False Memory Implant ( Penanaman Ingatan Palsu ) : Elizabeth F loftus Phd


Brain

FALSE MEMORY IMPLANT : ELIZABETH F LOFTUS

Elizabeth Loftus seorang peneliti menyatakan dari hasil penelitiannya bahwa Kita dapat dengan mudah merubah sebuah kenangan, termasuk detail dari kenangan yang kita alami tersebut. Dan kita juga dapat dengan mudah menanamkan sebuah kenangan yang sepenuhnya adalah palsu.

Elizabeth F loftus Phd dan Jacqueline E Pickrell, BA dalam tulisannya tentang THE FORMATION OF FALSE MEMORY, melakukan eksperimen dengan apa yang mereka namakan Lost in Shopping Mall. Intinya adalah beberapa sukarelawan di berikan memory palsu lewat beberapa induksi yang mengatakan bahwa pada saat kecil mereka pernah hilang di sebuah pertokoan dan ditemukan disana. Mereka sangat meyakini itu bahwa dirinya pernah hilang pada saat kecil di pusat pertokoan.

“Imagination can not only make people believe they have done simple things that they have not done but can also lead people to believe that they have experienced more complex events”. Elizabeth F loftus.

Beberapa kasus yang terjadi adalah tindakan FMI oleh seorang Hypnoterapis yang menanamkan memori palsu kepada kliennya atas tujuan-tujuan tertentu. Bisa jadi bahwa memori tentang pelecehan seksual itu ditanamkan sehingga seseorang meyakini bahwa ia pernah dilecehkan secara seksual.

Contoh 1 :

Pada tahun 1986 seorang perawat bernama Nadean Cool dari Wisconsin, mencari seorang psikiater untuk membantunya mengatasi reaksi traumatis yang dialami oleh puterinya. Selama sesi theraphy berlangsung psikiater menggunakan tehnik hypnosis dan tehnik pensugestian lainnya untuk menggali kenangan-kenangan yang terkubur. Di dalam proses tersebut Cool memiliki keyakinan bahwa selama ini dia dirasuki oleh setan atau roh jahat yang memaksanya melakukan hal-hal yang tidak ingin diakukannya semisal memakan bayi, telah diperkosa, melakukan hubungan sex dengan binatang dan melihat pembunuhan temannya yang berusaia 8 tahun. Cool juga menyakini bahwa dirinya telah mendapatkan beberapa pelecehan seksual pada masa kecilnya, psikiater mengatakan bahwa Cool mengalami gangguan kejiwaan yang parah, kemudian psikiater juga melakukan upacara pengusiran setan atau roh jahat dari dalam diri Cool , proses itu memakan waktu sekitar 5 jam termasuk juga Cool merasakan percikan air suci dan jeritan setan yang keluar dari dalam dirinya.

Hingga kemudian Cool menyadari bahwa dirinya telah menerima kenangan/ingatan palsu atau yang lebih di kenal dengan False Memory Implant , sebuah kenangan yang ditanamkan di dalam otak sehingga seorang dapat merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi menjadi seperti nyata, Cool kemudian menuntut psikiater dengan tuduhan malpraktek , pada bulan maret kasusnya di selesaikan di luar pengadilan dengan ganti rugi $ 2.400.000.

Contoh 2 :

di Missouri pada tahun 1992 seorang konselor Gereja membantu Beth Rutherford di dalam sebuah sesi theraphy untuk mengingat bahwa dirinya secara rutin telah diperkosa sejak umur 7 hingga 14 tahun oleh seorang pendeta yang sekaligus adalah merupakan ayahnya sendiri. Dibawah sugesti therapisnya itu Rutherford juga meyakini bahwa dirinya telah 2 kali melakukan aborsi dibawah paksaan ayahnya dengan menggunakan mantel ayahnya . Ayahnya kemudian terpaksa harus mengundurkan dirinya atas tuduhan dan desakan public. Namun kemudian pemeriksaan medis menyatakan bahwa puterinya masih perawan pada usia 22 tahun dan belum pernah hamil. Kemudian Beth Rutherford menggugat therapisnya itu dan mendapatkan ganti rugi $ 1-juta pada tahun 1996.

Kasus-kasus serupa dan terlihat sangat halus biasanya terjadi di kelompok-kelompok sekte keagamaan. Apa yang terjadi di sana? False Memory Implant dilakukan dengan cara menyentuh Belief, keinginan dasar, ketakutan dan Impian seseorang sehingga ketika penanaman memori palsu itu terjadi tidak terasa sama sekali.

Ada beberapa kasus yang termasuk dalam penanaman memori palsu ini, salah satunya adalah perubahan keyakinan bahwa dirinya adalah imam mahdi atau ratu adil. Ini adalah kasus FMI ( False Memori Implant ) yang terjadi hanya dengan membaca buku atau mendengarkan sebuah ceramah seseorang. Sederhana bukan? Namun bila sebuah keyakinan dasar sudah tersentuh, entah itu hanya lewat buku atau ceramah, maka ingatan palsu sangat mudah untuk ditanamkan.

Ketika seseorang memberikan pengakuan, kita tidak bisa secara fisik mengatakan bahwa memori dalam diri orang ini palsu. Kita juga tidak bisa menerka-nerka tentang berubah-ubahnya keterangan yang diberikannya. Satu-satunya jalan adalah dengan melakukan Time Line Therapy.

Seseorang yang dapat melakukan teori dasar hypnosis atau hypnoterapi belum tentu dapat melakukan FMI, ini diperlukan pemahaman lanjutan tentang Time Line Terapy. Ia harus menguasai hypnosis regression untuk membawa seseorang masuk ke waktu-waktu dimana diperlukan Implant tersebut.

Cara mengatasi False Memory Implant

Setiap Hypnotherapy, biasanya akan memasang Hypnotic Belt, yaitu sabuk pengaman agar klien tidak bisa dibongkar oleh terapis lainnya dan akan kembali kepada terapis itu saja. Hypnotic Belt ini adalah kode etik, namun harus saya katakan yang sebenarnya agar pemahaman FMI ini tidak salah paham di masyarakat.

Area pikiran ini adalah area relative, untuk itu segala macam metode yang ada juga tidak mutlak. Untuk itu Hypnotic Belt itupun bisa dibongkar!

Dalam FMI, the true memory sebenarnya tidak dihapus, namun ditekan masuk ke dalam di salah satu sudut memori. Pada saat itu kemudian disodorkan memori baru yang mungkin adalah memori palsu ( bisa baik dan bermanfaat, bisa juga jelek dan tidak manfaat )

Dalam kasus pelecehan seksual yang diduga bahwa seseorang menerima False Memory Implant untuk meyakini bahwa pelecehan itu terjadi padanya, maka tindakan yang dilakukan untuk membuktikan apakah FMI terjadi atau tidak adalah: dengan membongkar hypnotic Belt dan melakukan Hypnosis regression untuk masuk ke wilayah-wilayah dimana memori asli bersemayam.

Apabila ini menimpa anda, anda sedang meyakini sebuah memori yang belum tahu ini adalah False Memory atau True Memory, dan kebetulan anda pernah ditangani oleh hypnotherapies dan masuk dalam sesi therapy bersamanya, maka bersediakah anda untu dibongkar Hypnotic Belt yang mungkin dipasang oleh terapis anda? Kemudian masuk dalam sesi regression dalam Time line Therapy untuk mengembalikan memory anda?

False Memory Implant elizabeth loftus

Elizabeth F. Loftus adalah profesor psikologi dan dosen hukum di University of Washington. Dia menerima gelar Ph.D. dalam psikologi dari Universitas Stanford pada tahun 1970. Penelitiannya telah difokuskan pada memori manusia, kesaksian saksi mata dan prosedur ruang sidang. Loftus telah menerbitkan 18 buku dan lebih dari 250 artikel ilmiah dan telah menjabat sebagai saksi ahli atau konsultan dalam ratusan percobaan, termasuk kasus penganiayaan McMartin prasekolah. Buku Kesaksian saksi mata nya memenangkan Penghargaan Media Nasional dari Yayasan American Psychological. Dia telah menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Miami, Universitas Leiden dan John Jay College of Criminal Justice. Loftus baru-baru ini terpilih sebagai presiden dari American Psychological Society.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s