DUNIA OPTICAL

PROSEDUR PERAWATAN DAN PENGGUNAAN CONTACT LENS..??

Posted by: nasrulbintang on: Mei 23, 2009

PROSEDUR PERAWATAN DAN PENGGUNAAN CONTACT LENS..??

Sebelum  saya menjelaskan lebih jauh tentang prosedur perawatan dan penggunaaan contact lens… saya ingin memberitahu tentang fitting dan perawatannya karena itu sangat penting…. you know…??????

Fitting soft lens

1.Sebelum melepas atau memakai soft lens cuci tangan yang bersih dan steril.

2. Soft lens dicuci dan dibilas bola-Balik dengan solution.

3. Sesudah itu dilihat terbalik atau tidak, posisi seperti mangkok benar, posisi seperti piring adalah terbalik.

4. Tangan kiri atau jari telunjuk+tengah membuka bola mata kelopak mata atas .Dan tangan kanan soft lens pada jari telunjuk, jari tengah membuka kelopak mata bawah.

5. Lalu soft lens dimasukkan.

perawatan soft lens

1.setiap malam mau tidur harus dilepas.

2. sebelum disimpan soft lensnya dicuci dulu dengan solution, baru disimpan dalam keadaan bersih dan steril.

3. solution diganti setiap hari agar tidak terjadi penumpukan protein mata atau deposit2 lain.

PAKAI KACAMATA ATAU LENSA KONTAK…..???

Posted by: nasrulbintang on: November 10, 2008

MY FRIEND

INDRA PENGLIHAT(MATA)

Mata merupakan salah satu alat indera yang tak ternilai harganya. Mata terdiri atas bola mata yang terletak di dalam lekuk mata. Selain bola mata, di dalam lekuk mata terdapat juga saraf penglihatan dan alat tambahan. Bola mata berbentuk bulat, hanya bidang depannya meyimpang dari bentuk bola sempurna karena selaput bening lebih menonjol kedepan.
Proses melihat tediri dari beberapa syarat yaitu ada benda yang dipantulkan dari benda kemata dan mata harus sehat dan normal

Cara kerja mata yaitu suatu benda dapat dilihat bila benda tersebut memantulkan cahaya. Pantulan cahaya diterima mata melalui lensa masuk ke retina. Diretina, rangsang cahaya diterima oleh sel reseptor kemuian diteruskan ke saraf mata dalam bentuk impuls saraf(sinyal). Selanjutnya rangsang dikirim kepusat saraf penglihatan di otak untuk diterjemahkan. Barulah kita apat melihat benda tersebut.


Mata terdiri dari pelindung bola mata dan bagian-bagian mata.
a. Pelindung bola mata terdiri dari :

  1. Alis, berfungsi menahan keringat dari debu agar tidak masuk ke mata.

  2. Kelopak mata, terdiri dari kelopak mata atas dan kelopak mata bawah.

  3. Bulu mata, berfungsi menahan debu, air dan cahaya matahari.

  4. Kelenjar air mata, berfungsi menghasilkan air mata yang berguna menjaga kelembaban

mata, membersihkan mata dari debu dan membunuh bibit penyakit yang masuk kedalam mata.

Bola mata melekat pada dinding sebelah dalam rongga mata dibantu tiga pasang otot yang berfungsi menggerakkan bola mata.
Otot penggerak mata, yaitu :

  1. Otot yang menggerakkan bola mata lurus atas dan lurus bawah.

  2. Otot yang menggerakkan bola mata lurus dalam dan lurus luar.

  3. Otot yang menggerakkan bola mata miring atas dan miring bawah.


b. Bagian-bagian mata, terdiri dari tiga lapisan yaitu :

  1. Lapisan Luar(sklera).

  2. Lapisan Tengah(Koroid).

3. Lapisan Dalam(Retina).

Miopy

Penanganan:

Umumnya, mata minus, mata plus, dan silindris dapat diatasi dengan penggunaan kacamata dan lensa kontak. Operasi refraktif juga dapat dilakukan, terutama untuk penderita yang sudah parah. Untuk penderita yang sudah parah, dibutuhkan kacamata yang sangat tebal sehingga kurang praktis dan dapat mengganggu aktivitas kesehariannya.

Pencegahan:

Harus menjaga mata agar tetap baik dengan merawatnya setiap hari dan apabila terjadi hal-hal yang membahayakan harap segera diperiksakan kerumah sakit.

Menghindari kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik yaitu :

    1. Jangan membaca di tempat yang terlalu redup(remang-remang) atau terlalu silau.

    2. Pada waktu membaca, jagalah jarak antara buku dan mata lebih kurang 30 cm.

    3. Jangan membiasakan buku sambil berbaring.

    4. Hindarilah mata dari kotoran seperti debu, atau benda yang menggangu.

    5. Periksalah ke dokter atau rumah sakit jika mata terasa sakit atau penglihatan terganggu

Obat:

Kacamata & Lensa Kontak

Kacamata dan lensa kontak memperbaiki kelainan refraktif dengan cara menambah atau mengurangi kekuatan fokus pada kornea dan lensa. Kekuatan yang diperlukan untuk memfokuskan gambaran secara langsung ke retina diukur dalam dioptri.

Pengukuran ini juga dikenal sebagai resep kacamata.

Pada miopia, kornea dan lensa terlalu banyak memiliki kekuatan fokus, sehingga cahaya yang dibiaskan bertemu pada suatu titik di depan retina. Kacamata dan lensa kontak mengatasi keadaan ini dengan cara mengurangi kekuatan fokus mata yang alami dan memungkinkan cahaya terfokus pada retina

Untuk miopia, resepnya adalah negatif, misalnya -4,25 dioptri.

Kacamata

Cara yang mudah untuk memperbaiki kelainan refraktif adalah dengan menggunakan kacamata. Lensa plastik untuk kacamata lebih ringan tetapi cenderung meregang, sedangkan lensa kaca lebih tahan lama tetapi mudah pecah. Kedua jenis lensa tersebut bisa diberi warna atau diberi bahan kimia yang secara otomatis menggelapkan lensa jika penderita berada di bawah sinar.

Lensa juga bisa dilapisi untuk mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang sampai ke mata. Bifokus adalah kacamata yang digunakan untuk mengatasi presbiopia.

Kacamata ini memiliki 2 lensa, yaitu untuk membaca dipasang di bawah dan untuk melihat jarak jauh di pasang di atas.

Jika penglihatan jarak jauh masih baik, bisa digunakan kacamata untuk baca yang dijual bebas. Tidak ada latihan atau obat-obatan yang bisa memperbaiki persbiopia.

Lensa kontak

Banyak yang mengira bahwa dengan menggunakan lensa kontak maka penglihatan menjadi lebih alami. Lensa kontak memerlukan perawatan yang lebih teliti, bisa merusak mata dan pada orang-orang tertentu tidak dapat memperbaiki penglihatan sebaik kacamata..

Lanjut usia dan penderita artritis mungkin akan mengalami kesulitan dalam merawat dan memasang lensa kontak.

Macam-macam lensa kontak:

Lensa kontak yang kaku (keras) adalah lempengan tipis yang tebuat dari plastik keras Lensa yang dapat ditembus gas terbuat dari silikon dan bahan lainnya, lensa ini kaku tetapi memungkinkan penghantaran oksigen yang lebih baik ke kornea Lensa kontak hidrofilik yang lunak terbuta dari plastik lentur yang lebih lebar dan menutupi seluruh kornea Lensa non-hidrofilik yang paling lunak terbuat dari silikon.

Lanjut usia biasanya lebih menyukai lensa yang lunak karena perawatannya lebih mudah dan ukurannya lebih besar. Lensa ini juga tidak mudah lepas atau debu atau kotoran lainnya tidak mudah masuk ke bawahnya. Selain itu lensa kontak yang lunak memberikan kenyamanan ketika pertama kali dipakai, meskipun memerlukan perawatan yang cermat. Kebanyakan lensa kontak harus dilepas dan dibersihkan setiap hari. Atau bisa digunakan lensa sekali pakai, ada yang diganti setiap 1-2 minggu sekali atau ada juga yang diganti setiap hari. Lensa sekali pakai tidak perlu dibersihkan dan disimpan karena setiap kali diganti dengan yang baru.

Konjungtivitis papil raksasa

Posted by: nasrulbintang on: Oktober 26, 2008

Konjungtivitis papil raksasa (giant papilary conjungtivitis-GPC)

Inflamasi konjungtiva yang tidak normal karena pemakaian lensa. karakteristik : kelopak mata atas merah, berbenjol dan tidak rata.

penyebabnya mungkin kombinasi dari reaksi imun terhadap deposit atau interaksi mekanik antara kelopak mata dan lensa. kejadian dipengaruhi oleh kelemahan pasien, lama pemakaian, sistem perawatan dan faktor lensa (bahan, rancangan). kondisi berkembang perlahan-lahan dari keadaan ringan ke parah.

Gejala-gejala

-reaksi sensitif berbeda, tergantung dari kondisi

-gatal

-tidak dapat memakai lensa

-lendir (mukus) yang berlebihan

-pergerakan lensa yang berlebihan

-visus yang berubah-ubah

tanda-tanda

-kelopak mata atas berbenjol pada waktu dibalik (cobblestone)

-kelopak mata sangat merah

-helaian lendir

-konjungtiva bulbi bisa bertambah merah

-inflamasi kornea di permukaan

tindakan

-jangan pakai lensa selama 1 sampai 2 tahun

-kalau kemerahan dan benjolan berkurang, berikan lensa baru

-hindari pemakain diperpanjang, gunakan enzim setiap minggu

-kalau mungkin, gantilah lensa secara teratur (1-3 bulan)

prognosa

-berbeda-beda, tidak bagus kalau diagnosa tidak dari saat dini

-kondisi yang sama akan berkembang dengan pasien yang mudah kena walaupun dengan lensa baru

-berhenti memakai contact lens atau gunakan RGP

pencegahan

-untuk mengurangi keparahan:

*penemuan dini

*pengelolaan efektif

tidak mendisinfeksi lensa dengan pemanasan penggunaan enzym yang sering dan penggantian lensa yang reguler (1-3 bulan)

-sarankan pasien untuk tidak tidur memakai lensa secara reguler

Ref. 1. Grant et al.,Am J Optom Physiol Optics,65:4OP,1988

2. Herman,Contact Lens Spectrum, 1:24-36,1987

3. Holden et al, Optom and Vis Sci,66:56P,1989

Neovaskularisasi kornea

Posted by: nasrulbintang on: Oktober 26, 2008

NEOVASKULARISASI KORNEA

tumbuhnya pembuluh darah di limbi ke dalam kornea. paling sering dilihat dengan pemakaian contact lens harian tebal yang lama dan pemakaian diperpanjang janka panjang tanpa pengawasan lebih lanjut. penyebab banyak, termasuk kekurangan oksigen, edema kornea di periferi, sensitif terhadap larutan atau efek mekanik (pemasangan tidak baik, lensa rusak).

gejala-gejala

-visus bisa berkurang kalau pembuluh darah tumbuh dekat pupil

tanda-tanda

-pertumbuhan pembuluh darah gampang dilihat di limbi bagian atas dan bawah

-pembuluh darah bisa ikal(neovaskularisasi tidak aktif) atau bercabang (kalau aktif)

tindakan

-lepaskan lensa

-berhenti memakai lensa sampai pembuluh tidak terisi dengan darah

-kalau neovaskularisasi ringan, gunakan lensa yang menyalurkan oksigen paling banyak (kadar air rendah yang tipis, kadar air tinggi atau RGP)untuk pemakaian harian saja

-kalau neovaskularisasi parah, berhenti memakai lensa untuk selamanya

prognosa

-pemasangan lensa kembali untuk pasien dengan kondisi ini harus dilakukan dengan hati-hati. kalau terangsang, pembuluh kosong akan terisi dengan sangat cepat

pencegahan

-penting untuk memberi pengawasan selanjutnya untuk mengikuti keadaan pasien dalam pemakaian contact lens

-pemeriksaan limbi yang seksama pada setiap konsultasi

-gunakan lensa berkadar air rendah yang tipis, atau RGP

Mata Merah Akut

Posted by: nasrulbintang on: Oktober 26, 2008

MATA MERAH AKUT

inflamasi serius yang mungkin dapat terjadi dengan pemakaian contact lens yang diperpanjang. Penyebab yang pasti tidak jelas, diperkirakan terjadi karena kombinasi antara hipoksia, sel debris yang terperangkap dibawah lensa yang ketat, dan atau kontaminasi lensa.

gejala-gejala

-bangun dini hari dengan mata yang sakit

-sensitif terhadap cahaya

-berair

-kalau parah, visus berkurang

tanda-tanda

-biasanya satu mata

-kemerahan konjungtiva sedang ke merah sekali

-infiltrat

Pencegahan

-jangan tidur dengan memakai lensa secara reguler

-pastikan pemasangan lensa tidak ketat

-pemeliharaan dan perawatan lensa yang sebaiknya, termasuk penggantian lensa yang teratur

-kebersihan pasien yang baik

pasien harus mengetahui tanda-tanda awal peringatan dan menyadari kapan lensa harus dilepaskan

Product Lensa ESSILOR Vs RODENSTOCK

Posted by: nasrulbintang on: Oktober 25, 2008

Pengetahuan Lensa Product Essilor Vs Rodenstock

…tampaknya akan menarik untuk dibahas 2 buah perusahaan besar yg bergerak dibidang optical yg memeras kantong kita dan menelanjangi pikiran kita tentang technology yg mereka gunakan hanya untuk memakai kacamata dengan kualitas yg membanggakan.

pertama saya akan menuntaskan pengetahuan saya tentang essilor dan rodenstock, dari sejarah2 yang saya amati mereka sangat tangguh dlm mengembangkan technology lensa.essilor internasional adalah perusahaan raksasa yang didirikan tahun 1972, hasil merger 2 perusahaan besar essel (1849) dan silor (1900), tumbuh dan mapan dengan jaringan terbesar di dunia.

FOKUS dan INOVASI adalah kata kunci dalam perkembangan essilor yg selalu dibanggakan oleh 25.886 pegawai saat ini, yang tersebar di 183 lab dan 17 pabrik lensa diseluruh dunia, dengan pencapaian sales 2.260,4 juta Euro tahun 2004, dengan produksi 180 juta lensa ditahun tersebut, menjadi produsen lensa terbesar di dunia.Essilor selalu mengembangkan dirinya dan selalu menggali lebih dalam apa yang konsumen minta, Essilor yang selalu menciptakan produk baru dengan metodologi ” DIOPTRIC LOOP “.

Pertama, R & D Essilor menggali lebih dalam kebiasaan penglihatan para presbiop, mengembangkan desain lensa yg mempertimbangkan kebiasaan, membuat prototip, lalu melakukan tes ke para pemakai.

disitulah kehebatan Essilor sepanjang desain yg baru itu tidak benar2 bisa diterima oleh para pemakai, R & D akan melanjutkan lagi siklus DIOPTRIC LOOP; melakukan penelitian, menciptakan prototip baru, lalu melakukan tes; hingga didapat desain baru yang benar2 diterima oleh para pemakai.

karenanya sangat enak dipakai yaitu salah satu desain essilor adalah varilux, setiap desain varilux sangat nyaman karena diciptakan dengan mengacu pada kebiasaan fisiologis pemakai / presbiop.

inilah sejarah varilux yang berkembang dari zaman ke zaman.

1. varilux 1 (1959)

lensa PAL pertama di dunia, desain dasarnya menitikberatkan teknologi yang memungkinkan bersambungnya daerah penglihatan jauh dan daerah penglihatan baca.

2. varilux 2 (1972)

lensa PAL pertama yang mempertimbangkan fisiologis pemakai. selain memperhitungkan bidang penglihatan jauh, menengah, dan baca yang tetap luas, desain juga mempertimbangkan pentingnya penglihatan tepi dan penglihatan dinamis. penglihatan binokuler juga dioptimalkan dengan konsep desain asimetris.

3. VARILUX MULTI DESIGN (1988)

lahir sebagai jawaban memenuhi kebutuhan presbiop ketika terus bertambah addisinya. konsep desainnya adalah untuk mengoptimalkan keanyamanan penglihatan

MATA MIOPIA

Posted by: nasrulbintang on: Oktober 25, 2008

MATA MINUS ( MYOPIA DAN KIAT-KIAT PENCEGAHAN PEMBURUKKANNYA)

OLEH

Dr Rini Mahendrastari Singgih Ped.Opthal/DSM

Seminar Awam Pd Sabtu 10 April 2004

Auditorium R.S.I.B.

Mata minus / myopia / short sighred eye :

adalah keadaan pada mata dimana cahaya/benda yang jauh letaknya jatuh/difokuskan didepan retina/selpaut jala/bintik kuning.

Untuk supaya objek/benda jauh tsb bias terlihat jelas/jatuh tepat di bintik kuning(retina) diperlukan kaca minus/concave lens.

Mata silinder/Astigmatic-eye :

Adalah keadaan mata dimana kelengkungan cornea/lensa tidak sama di meridian horizontal atau/dan di meridian vertical.

Sangat mudah bila diperumpamakan seperti bentuk bola rugby/lonjong yaitu mata silinder,sedang mata minus seperti bentuk bola kaki/soccer/bulat.

Mata silinder sulit memfokuskan objek sehingga seperti melihat ada bayangan pada objek tsb,atau melihat objek mirip tapi tak sama:

Seperti huruf : O , C , D , G.

Seperti angka : 3 , 8 , 6 , 0.

Penyebab mata silinder :

  1. Keturunan / genetic : Terutama pada silinder-silinder besar (diatas 1,5 diopter)

  2. Extra Pencahayaan : (TV,Computer) dan arah cahaya masuk kejaringan mata

  3. Penyakit mata tertentu misal:

  • Keratoconus / cornea bentuk kerucut

  • Ptosis / kelopak mata yang menggantung / sulit membuka kelopak mata atas

  • Bisul di kelopak mata

  • Pasca operasi

  • Pasca trauma / kecelakaan

Sebab dari mata minus ( secara anatomi ) :

A. – Bola mata terlau panjang ukurannya

( axis depan kebelakang mata ) lebih dari 19 – 20 mm

B. – Atau disebabkan kekurang mampuan mata tsb untuk beraccomodasi pada saat

Harus memperjelas lihat benda / objek pada jarak jauh / tertentu.

Penyebab mata minus lainnya :

I . Faktor keturunan dengan cara penurunan genetic yang “penetrasi tidak beraturan”

Artinya :

  1. mata minus bias didapatkan pada keturunan tingkat 1 (langsung

bapak / ibu pada anak ), atau pada keturunan tingkat 2 – 3 dst pun.

  1. Bisa pada anak lai ataupun anak perempuan.

Berbeda pada buta warna,ini diturunkan secara sex-linkage artinya hanya kelamin / anak laki yang menunjukkan klinis gejala buta warna tsb (garis campur merah – hijau)

Sedang ibu / kelamin wanita sebagai carrier / pembawa gen tsb.

II . Factor kebiasaan / keliling (surrounding factors )

  • Terlalu suka baca / aktifitas jarak dekat yang terlalu banyak (menggambar),pekerjaan rumah / curriculum pelajaran sekolah (ilmuwan lebih sering bermata minus)

  • Pencahayaan yang extra kuat dan lama (computer , TV , game ).cahaya putih pagi hari (day-light sources)jauh lebih baik / kurang melelahkan dari pada cahaya kuning,merah,biru,hijau.

  • Negara matahari (dari statistik) memperlihatkan jumlah penduduk bermata minus.

  • Kurangnya factor /aktifitas jarak jauh terutama sport / aktifitas fisik diluar rumah.

Diluar rumah diasumsikan bahwa :

    1. Mata tidak harus berakomodasi terus-terusan terlalu kuat,(jarak jauh).

    2. Warna keliling / alam seperti hijau ( tanam-tanaman ),biru ( langit yang cerah ),pengaturan mata untuk pengihatan tatanan warna ( merah,kuning,biru,hijau ) dan tatanan penglihatan 3 – dimensi (stereoscopi).

    3. Faktor fisik / bergerak dimana sirkulasi darah / kerja jantung dan paru-paru,serta otot-otot seluruh tubuh terperbaiki.Ini penting untuk pemberian oksigen (O2) dan elemen yang cukup untuk jaringan mata sesuai dengan gizi/makanan individu tsb.(Pada anak yang gizi rendah)/keadaan umum kurang baik : missal allergi ; sulit / tidak suka sayur / buah. Didapatkan kelompok mata minus karena kekurangan mineral (zink ; selenium ; pre-cursor vit A dan D).

    4. Usaha oleh tubuh untuk bisa mengeluarkan hasil-hasil racun tubuh (free radical)melalui keringat dan produksi cairan mata untuk melumasi cornea dan bagian teratas jaringan mata.Itu sebabnya olah raga renang sangat disarankan pada semua golongan usia (karena posisi tubuh datar pada saat berenang ; index-bias air berbeda dengan udara sehingga melatih akomodasi otot-otot iris ; air melembabkan mata).

    5. Keadaan emosi / psykologi anak yaitu missal stress dikelas kurang tidur.Terjadi hal yang kita sebutkan Spasing Of The Accomodation.Bila anak pada keadaan stress,tiba-tiba dua menjadi mata minus tinggi (kurang lebih –2 s/d –4 diopter),pada hari yang sama bila dia sudah relax/santai mata minusnya menurun s/d –0.5 diopter atau menghilang sama sekali.Sering terjadi pada anank-anak usia 7-8 tahun atau usia 17-18 tahun.

Perkembangan mata anak seperti kurva melengkung sesuai dengan :

  • Usia (golden periode / masa tercepat / terpeka anak belajar melihat baik 0 – 1.5 tahun)

  • Faktor genetic

  • Faktor kelilinh (pencahayaan : intensitas dan durasi missal : sulit pada anak dengan katarak bawaan / congenital)

  • Faktor stimulasi objek

  • 80 % – 90 % bayi lahir mempunyai bola mata kecil atau ukuran rata-rata +2 s/d +3 dioptri

  • 10 % – 20 % camparan minus (bila ada genetic factor)dan silinder.

Perkembangan tajam penglihatan dan koordinasi ke dua mata :

  • Bayi : 1 minggu : Masih mencari-cari fiksasi bayangan dgn Melatih kerja otot-otot mata/otot-

otot iris.

2 – 3 minggu : Masing-masing mata sudah mempunyai fiksasi/dan gambaran jelas.

6 minggu : Mencoba mengkoordinasikan kerja sama antar dua

mata.(juling/squint/crossed

jereng mulai terlihat jelas pada usia ini)

  • Bayi : 2,5 s/d 3 bulan : Sudah mempunyai binokularitas (koordinasi Lihat dengan dua mata

bersamaan) dan mempunyai koordinasi penglihatan jarak (hubunngan fiksasi

mata-hidung)

  • Mulai bulan ke 4 bayi : sudah kaut dan jelas memiliki fiksasi binokuariats pada level yang lebih

tinggi s/d 3-dimensi (stereoscopis)

  • Pada usia 1 tahun :Tajam penglihatan sudah mencapai 60 %

  • Usia 1,5 tahun : 75 – 80 % tajam penglihatan dewasa lalu tinggal periode penyempurnaan

proses belajar melihat pada kedua mata.

Disini terlihat betapa pentingnya deteksi dini ( sebelum usia 1 tahun ) , adanya kelainnya pada mata anak-anak kita.

Jadi ketajaman penglihatan mata dan binokularitas mata diatur oleh :

Sensoris – Motor – Refleks dan perpaduan anatar refleks tsb.

Sensoris reflek diatur oleh saraf-saraf system pusat di otak / dibagian telinga dan dibagian oksipital (otak belakang kepala).

Antara lain gangguan disini : anak dengan kejang-kejang , C.P. (Cerebral palsy )dll.

Motor reflek : diatur oleh kematangan / kemampuan otot-otot mata yang bias menggerakkan bola mata ke semua arah dengan sinkron antar ke dua mata.

Gangguan antara lain : kelumpuhan otot-otot mata ; otot-otot kelopak mata kematangan refleks fiksasi ini berkembang SP matang pada usia kurang lebih 9 tahun.

Disini pentingnya : pelatihan-pelatihan mata yang diberikan pada :

  • Mata malas / lazy eyes / amblyopia

  • Mata tumpul lihat / dull – eyes

Tidak boleh terlambat memulainya untuk bisa menghasilkan : hasil akhir yang optimal.

Pemeriksaan mata harus bisa dilakukan dini dan seluas mungkin.misalnya

  • Bila ada factor keturunan (kelainan / pengguna kaca mata minus dikeluarga : ayah / ibu / kakek / nenek) (usia 3 – 6 bulan sudah harus periksa )

  • Adanya factor penyakit :

  1. glaucoma gangguan pada tekanan mata disertai adanya kelainan pada sarf mata ( nervus opticus )

  2. katarak bawaan

  3. kelainan-kelainan karena gangguan selama kehamilan (torsch dan infeksi lain-lain,pengaruh obat-obatan pada TBC,malaria dll)

  4. bayi premature / post matur

  5. bayi kuning

  6. pernah jatuh / trauma (kecelakaan) dll.

Pemeriksaan yang akurat / sedetil mungkin :

  1. kelainan anatomi / bangunan mata missal kelopak mata,mata kecil sebelah (microptalmi) ;

  2. mata yang besar sebelah / megalo cornea disertai glaucoma bawaan

  3. pemeriksaan kekuatan mata minus / power akomodasi berapa diopter dgn cara

  • computer

  • retinoscopi ( pengukuran kekuatan retina setelah pemberian tetes mata untuk melebarkan pupil )

  • foto screener

  1. pemeriksaan tajam penglihatan / visual acuity masing –masing mata :

  • tanpa kaca mata

  • dengan kaca mata

  1. sinkron tidaknya kerja-kerja otot mata ( motility ) , adanya kejulingan atau psendo strabismus (juling – palsu )

  2. tajam penglihatan warna di Indonesia ( kurang lebih 2,5 tahun)

  • bawaan / turunan yaitu gangguan warna – aksis merah hijau

  • gangguan yang di dapat (acquired color – vision deficiency) O.K minus tinggi ; salah minum obat gizi rendah.

  1. pemeriksaan keadaan retina / selaput jala,pembuluh-dara didalam mata,saraf mata (fundus copy)

  2. pemeriksaan tekanan mata sangat penting pada mata minus sebab secara anatomi bangunan mata minus,mempunyai tendesi lebih muda mempunyai tekanan mata tinggi caranya : dengan meraba / palpasi pada ke dua bola mata,pada keadaan mata tertutup.Dengan alat –alat :

    • non – contact – tonometer (pull’s air tonometer)

    • tonopen

    • schiots

    • applanasi (+ penggunaan pewarnaan fluorescein)

  3. Pemeriksaan derajat binokularitas / kerja sama dua mata untuk

  • Jarak dekat (synoptofore / major amblyoscope )

  • Jarak jauh dengan pengukuran prisma diopter lalu pendataan pemeriksaan mata ( harus dimiliki oleh sipenderita / orang tua yang yang bersangkutan )

Pemeriksaan penunjang pada kelainan-kelainan mata minus tinggi :

  • Foto fundus / retina

  • Pemeriksaan lapang pandang / campimetri / perimetri

  • Pemeriksaan kwalitas retina ( E.R.G = electro retino gram)

  • Pemeriksaan kelainan otak / brain berkaitan dengan kelainan mata ( E.E.G = electro – ence falogram

  • EVP (evoked potential examination)

  • USG ( ultra – sono – grafi ) bola mata dan keliling organ mata missal pada tumor,panjang bola mata , kekentalan benda kaca (vitreous)

  • Retinometri ( maksimal kemungkinan tajam penglihatan mata yang tersisa)

  • CT scan dengan kontras / MRI.

Pengobatan mata minus / myopia :

Terpenting adalah pencegahan-pencegahan yaitu :

  • Jarak baca 40 – 45 cm

  • Aktifitas pemakaian mata jarak dekat dan jauh bergantian.misal : setelah baca / gambar / computer 45 menit, stop dulu untuk 15 – 20 menit beristirahat sambil melakukan aktifitas / kerja lain.Olahraga mata,gerak-gerak leher,gerak-gerak bahu.

  • Pencahayaan yang akurat ( lihat seminar saya tentang CVS ( Computer Vision Syndrome ) pada December 2003).

  • Gizi yang berimbang bila diperlukan sesuai aktifitas.

  • Olah fisik di alam terbuka ( olah raga tubuh datar ( lay – down position ) dan tubuh vertical.Olah raga tertentu tidak disarankan pada mata-mata minus,berdasarkan kualitas selaput jala dan tekanan mata.

  • Messages sekitar mata dan otot –otot punggung dan leher

  • Latihan konvergensi ( mendekatkan objek kecil ; perlahan-lahan kearah hidung dan bertahan hitungan 60 )

  • Latihan segitiga / tri – angle.

  • Melihat / merasakan adanya posisi kepala miring / torticollis terutama pada aktifitas lihat TV / Computer tepat waktu pemberian kaca mata.

  • Melihat / mengatur program / schedule anak ( sekolah ; extra kurikuler ) harus dipaksakan aktifitas relaxing missal : kegiatan club – sport musik / piano,gitar,biola sanggar dll.

dibalik keindahan dan pesona contact lens yang begitu anggun, kita jangan mudah tergiur dan lupa tentang kewajiban menjaga mata yaitu kewajiban kita untuk merawat dan menjaga kebersihan contact lens yang kita pakai.

disini saya akan menguraikan beberapa penyakit dan bahaya contact lens yang telah saya pelajari dalam ASIAN PACIFIC CONTACT LENS EDUCATION PROGRAM, bukan saya mau menakuti tapi saya mau mengingatkan teman2 semua. bahwa menggunakan contact lens adalah bagus juga asal jangan lupa untuk mentaati dan menjalankan prosedur perawatan contact lens agar contact lens yang teman-teman pakai aman dan tidak menimbulkan penyakit di mata teman-teman.infeksi

penyakit-penyakit contact yang disebabkan menyalahi prosedur perawatan dan penggunaan contact lens

1.kornea/ulkus

2.mata merah akut

3.kesensitifan terhadap bahan larutan

4.neovaskularisasi kornea

5.konjungtivitas papil raksasa

6.deposit contact lens protein dan lipid

7.infiltrat kornea

8.edema kornea

9.noda di kornea(staining)

10.staining dari reaksi toksik

11.superior epithelial arcuate lesions(seal)luka epitel yang melengkung, dibagian atas

12.staining mata kering

13.erosi kornea

penyakit-penyakit contact lens

1.Infeksi kornea/ulkus

kondisi yang sangat berbahaya dan mengancam penglihatan yang berhubungan dengan pemakaian contact lens. hipoksia mempengaruhi fungsi kornea, mengurangi kemampuannya melawan organik penyerang (seperti acanthamoeba, pseudomonas).

faktor2 penting yang mempengaruhi termasuk kurangnya kebersihan pasien, disinfeksi lensa yang tidak cukup dan tempat lensa yang terkontaminasi.

GEJALA-GEJALA

-berbeda, dari sensasi benda asing yang ringan ke sakit yang sangat

-mata berair atau belekan yang berlebihan

-sensitif terhadap cahaya

-visus berkurang kalau infeksi di tengah kornea

TANDA-TANDA

-biasanya satu mata

-kemerahan konjungtiva sedang kesangat, biasanya merata tetapi juga bisa setempat

-area keruh dikornea

TINDAKAN

-segera lepaskan lensa

-hubungi dokter mata

PROGNOSA

-tergantung dari parahnya infeksi dan pengobatan yang diterima

-kalau tidak segera diobati, dapat mengancam penglihatan(kurang dari 24 jam)

-disarankan untuk jangan memakai contact lens selama 3-4 bulan

PENCEGAHAN

-pasien seharusnya jangan tidur dengan memakai contact lens secara reguler. memakai contact lens waktu tidur adalah faktor utama untuk resiko mendapat ulkus bagi pemakai contact lens

-kebersihan yang baik dan pelaksanaan prosedur pembersihan dan disinfeksi mengurangi resiko dari terjadinya ulkus kornea

-adalah sangat penting bahwa pasien mendapat instruksi yang seksama tentang tanda-tanda peringatan awal dari infeksi kornea.

Apa sih KATARAK itu ….?????

Posted by: nasrulbintang on: Oktober 25, 2008

Katarak

Penanganan:

Katarak penanganannya harus dilakukan pembedahan atau operasi. Dan sebelumnya pasien dengan katarak yang akan dibedah dilakukan sebagai berikut :

  1. Uji Anel Positif, dimana t

    idak terjadi obstruksi fungsi ekskresi saluran lakrimal sehingga tidak ada dakriosistitis.

  2. Tidak ada infeksi diesekitar mata seperti keraitis, konjungtivitis, blefaritis, hordeolum dan kalazion

  3. Tekanan bola mata normal dan tidak ada glaukoma

  4. Tekanan darah sistolik 160 mmHg dan diastolik 100mmHg.

  5. Gula darah telah terkontrol.

  6. Tidak batuk terutama pada saat pembedahan.

Pencegahan: Menghindari batuk waktu pembedahan,Menghindari trauma pada lensa mata yang dapat memecahkan lensa dan harus berhati-hati dalam beraktifitas (menjaga mata tetap baik)dan Harus menjaga mata agar tetap baik dengan merawatnya setiap hari dan apabila terjadi hal-hal yang membahayakan harap segera diperiksakan kerumah sakit.

Menghindari kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik yaitu :

  1. Jangan membaca di tempat yang terlalu redup(remang-remang) atau terlalu silau.

  2. Pada waktu membaca, jagalah jarak antara buku dan mata lebih kurang 30 cm.

  3. Jangan membiasakan buku sambil berbaring.

  4. Hindarilah mata dari kotoran seperti debu, atau benda yang menggangu.

  5. Periksalah ke dokter atau rumah sakit jika mata terasa sakit atau penglihatan terganggu.

Obat:

Pengobatannya dengan cara pembedahan/operasi dan tidak ada satupun obat yang dapat diberikan(belum ditemukan obatnya). Pembedahan ini dilakukan apabila tajam penglihatan sudah menurun sedemikian rupa sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari atau bila katarak ini meenimbulkan penyulit seperti galukoma. Tindakan bedah ini dilakukan bila telah ada indikasi bedah pada katarak senil, seperti katarak telah mengganggu pekerjaan sehari-hari walapun katarak belum matur, katarak matur, karena apabila telah menjadi hipermatur akan menimbulkan penyulit katarak hipermatur (uveitis atau glaukoma) dan katarak telah telah menimbulkkan penyulit seperti katarak intumesen yang menimbulkkan glaukoma.

Keterangan:

Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak.Pada banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui.


Gejala Katarak:

  • Gejala Subyektif:
  1. Penglihatan seperti berasap dan tajam penglihatan yang menurun secara progresif.

  2. Visus mudur yang derajatnya tergantung lokalisasi dan tebal tipisnya kekeruhan, Bila :*Kekeruhan tipis,kemunduran visus sedikit atau sebaliknya. dan *Kekeruhan terletak diequator, tak ada keluhan apa-apa.

  3. Penderita mengeluh adanya bercak-bercak putih yang tak bergerak.

  4. Diplopia monocular yaitu penderita melihat 2 bayangan yang disebabkan oleh karena refraksi dari lensa sehingga benda-benda yang dilihat penderita akan menyebabkan silau.

  1. Pada stadium permulaan penderita mengeluh miopy, hal ini terjadi karena proses pembentukan cataract sehingga lensa menjadi cembung dan refraksi power mata meningkat, akibatnya bayangan jatuh dimuka retina.

  • Gejala Obyektif:
  1. Pada lensa tidak ada tanda-tanda inplamasi.

  2. Pada oblique illumination(mata disinar dari samping): *Lensa tampak keruh keabuan atau keputihan dengan background hitam>

  3. Pada fundus reflex dengan opthalmoscope:*kekeruhasn tersebut tampak hitam dengan background orange. dan *Pada stadium maturestent hanya didapatkan warna putih atau tampak kehitaman tanpa background orange, hala ini menunjukkan bahwa lensa sudah keruh seluruhnya.

  4. Camera anterior menjadi dangkal dan iris terdorong kedepan, sudut camera anterior menyempit sehingga tekanan intraokuler meningkat, akibatnya terjadi glaukoma.

Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut dan bisa diturunkan. Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan beracun lainnya. Katarak bisa disebabkan oleh: · Cedera mata · Penyakit metabolik (misalnya diabetes) · Obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid).


Penyakit katarak banyak terjadi di negara-negara tropis seperti Indonesia. Hal ini berkaitan dengan faktor penyebab katarak, yakni sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari. Penyebab lainnya adalah kekurangan gizi yang dapat mempercepat proses berkembangnya penyakit katarak.

Sayangnya, Seorang penderita katarak mungkin tidak menyadari telah mengalami gangguan katarak. Katarak terjadi secara perlahan-perlahan sehingga penglihatan penderita terganggu secara berangsur. karena umumnya katarak tumbuh sangat lambat dan tidak mempengaruhi daya penglihatan sejak awal. Daya penglihatan baru terpengaruh setelah katarak berkembang sekitar 3-5 tahun. Karena itu, pasien katarak biasanya menyadari penyakitnya setelah memasuki stadium kritis.
Pada awal serangan, penderita katarak merasa gatal-gatal pada mata, air matanya mudah keluar, pada malam hari penglihatan terganggu, dan tidak bisa menahan silau sinar matahari atau sinar lampu. Selanjutnya penderita akan melihat selaput seperti awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan penglihatannya.

Secara umum terdapat 4 jenis katarak seperti berikut.

  1. Congenital, merupakan katarak yang terjadi sejak bayi lahir dan berkembang pada tahun pertama dalam hidupnya. Jenis katarak ini sangat jarang terjadi.

  2. Traumatik, merupakan katarak yang terjadi karena kecelakaan pada mata.

  3. Sekunder, katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, serta penderita diabetes. Katarak diderita 10 kali lebih umum oleh penderita diabetes daripada oleh populasi secara umum.

  4. Katarak Senil adalah katarak yang berkaitan dengan usia, merupakan jenis katarak yang paling umum. Berdasarkan lokasinya, terdapat 3 jenis katarak ini, yakni nuclear sclerosis, cortical, dan posterior subcapsular. Nuclear sclerosis merupakan perubahan lensa secara perlahan sehingga menjadi keras dan berwarna kekuningan. Pandangan jauh lebih dipengaruhi daripada pandangan dekat (pandangan baca), bahkan pandangan baca dapat menjadi lebih baik. Penderita juga mengalami kesulitan membedakan warna, terutama warna biru. Katarak jenis cortical terjadi bila serat-serat lensa menjadi keruh, dapat menyebabkan silau terutama bila menyetir pada malam hari. Posterior subcapsular merupakan terjadinya kekeruhan di sisi belakang lensa. Katarak ini menyebabkan silau, pandangan kabur pada kondisi cahaya terang, serta pandangan baca menurun.

KELAINAN REFRAKSI

Posted by: nasrulbintang on: Oktober 21, 2008

KELAINAN REFRAKSI

Proses Penglihatan


Penglihatan bermula dari masuknya seberkas cahaya (yang sebenarnya terdiri dari berbagai intensitas dan membawa suatau bentuk obyek tertentu), ke dalam mata dan dibiaskan (difokuskan) pada retina (selaput jala yang melapisi dinding dalam bolamata). Kemampuan seseorang untuk melihat dengan tajam (terfokus), sangat tergantung pada kemampuan media refraktif didalam bolamata untuk mengarahkan perjalanan berkas cahaya tersebut agar terarah tepat ke retina. Yang dimaksud media refraktif di sini terutama adalah kornea (selaput bening) dan lensa mata. karakteristik umum dari media refraktif adalah bersifat jernih (bening, transparan, lalu-pandang). Karakteristik spesifik alamiah dari kornea adalah mempunyai bentuk multi lengkung yang tersusun sistematik (asferik) dan terdiri dari jaringan (kolagen) yang mempunyai indeks bias tinggi. Sedangkan karakteristik spesifik dari lensa mata adalah bentuk kecembungannya yang dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan pembiasan, karena bersifat kenyal (sampai umur tertentu). Efek makin cembungnya lensa mata adalah akomodasi, yaitu dimana cahaya akan lebih terfokus didepan retina. Hasil unjuk kerja keseluruhan dari media refraktif ini sangant ditentukan pula oleh panjangnya sumbu bolamata. Fase terakhir dari seluruh rangkaian proses penglihatan adalah interprestasi. Layaknya suatu film seluloid didalam kamera, maka retina berfungsi merekam gambar yang diterimanya (sudah dalam keadaan terfokus), lalu mengubah gambar tersebut menjadi implus-implus listrik (melalui proses sintesa foto elektrik) dan akhirnya mengalirkannya ke otak (susunan saraf pusat) untuk diinterpretasikan (diartikan) sebagai gambar atau obyek yang terlihat oleh mata tersebut.

Apakah Kelainan Refraksi?
Kelainan panjang sumbu bolamata atau kelainan media refraktif merupakan penyebab dari miopia (rabun jauh), dan hipermetropia (rabun dekat). Presbiopia atau rabun tua terjadi bila lensa mata hilang kemampuannya untuk memfokuskan cahaya pada penglihatan dekat. Keadaan-keadaan ini disebut kelainan refraksi, karena kelainan ini mempengaruhi kerja mata dalam membiaskan cahaya dan memfokuskannya ke retina.

Miopia (Rabun Jauh)
Miopia adalah istilah kedokteran untuk rabun jauh, yaitu suatu keadaan dimana mata mampu melihat obyek yang dekat, tetapi kabur bila melihat objek-objek yang jauh letaknya. Kata miopia berasal dari bahasa Yunani yang berarti memincangkan mata, karena penderita kelainan ini selalu memincangkan mata dalam usahanya untuk melihat lebih jelas objek-objek yang jauh letaknya. Itulah karakteristik utama dari penderita miopia. Miopia paling banyak dijumpai pada anak-anak, biasanya ditemukan pada waktu pemeriksaan skrining di sekolah. Pada umumnya miopia merupakan kelainan yang diturunkan oleh orang tuanya sehingga banyak dijumpai pada usia dini sekolah. Ciri khas dari perkembangan miopia adalah derajat kelainan yang meningkat terus sampai usia remaja kemudian menurun pada usia dewasa muda. Walaupun agak jarang, miopia dapat pula disebabkan oleh perubahan kelengkungan kornea atau oleh kelainan bentuk lensa mata. Karena itu untuk memperoleh gambaran penyebab yang lebih jelas pada seseorang, riwayat adanya miopia di dalam keluarga perlu di kemukakan. Lazimnya miopia terjadi karena memanjangnya sumbu bolamata. Mata yang penampang seharusnya bulat, akibat proses pemanjangan ini kemudian berbentuk bulat telur. Selanjutnya, pemanjangan sumbu ini menyebabkan media refraktif sulit memfokuskan berkas cahaya terfokus di depan retina. Berkas cahaya terfokus didepan retina. Sejalan dengan memanjangnya sumbu bolamata, derajat miopia pun akan bertambah. Pada usia anak-anak sampai remaja, proses pemanjangan bolamata dapat merupakan bagian dari pertumbuhan tubuh. Pertambahan derajat miopia membutuhkan kacamata yang kiat berat derajat kekuatannya, karena itu pada masa usia dini dianjurkan agar pemeriksaan diulang setiap 6 bulan pada golongan usia antara 20-40 tahun, progresivitas miopia akan melambat. Meskipun demikian pertambahannya tetap ada, terutama pada mereka yang baru mulai menderita miopia diatas usia 20 tahun.

Pengobatan
Cara mengatasi gangguan penglihatan akibat miopia adalah dengan penggunaan kacamata berlensa minus atau lensakontak. Fungsi lensa disini hanya mengubah arah perjalanan cahaya agar berkas yang tadinay tanpa kacamata akan jatuh didepan retina dapat dibiaskan dan jatuh tepat diretina. Selain kacamata minus, miopia dapat dikoreksi dengan cara-cara:
a. Mengubah bentuk lengkung depan kornea.
Hingga saat ini belum ditemukan suatu bukti ilmiahpun bahwa lensakontak sanggup mengobati miopia secara permanen, namun beberapa penelitian saat ini ditujukan kepada kemungkinan mengubah bentuk lengkung depan kornea dengan jalan memakai lensakontak keras secara teratur pada usia dini. Ini terutama pada miopia yang disebabkan oleh kelainan bentuk kornea. Cara pembedahan ini telah ditempuh pula untuk mengubah bentuk lengkung depan kornea baik dengan teknik Radial Keratomi maupun dengan dengan teknik Laser Excimer yang lebih unggul karena hasilnya yang tepat ramal (predictable).
b. Dengan melumpuhkan akomodasi.
Prisipnya adalah berdasarkan suatu teori yang menyatakan bahwa miopia (terutama anak-anak) disebabkan oleh akomodasi yang terlalu sering dan berlebihan. Dengan tetes mata atropin sulpat, akomodasi diharapkan lumpuh untuk sementara. Namun berbagai penelitian menunjukan bahwa cara ini tidak selalu berhasil dengan baik.

Miopia Patologis
Miopia patologis lebih merupakan komplikasi lanjut dari proses bertambah panjangnya bolamata. Jenis miopia ini diberi predikat membahayakan, karena mengandung potensi untuk membutakan penyandangnya, atau paling tidak membatasi kemampuan melihatnya, dan karena tidak bisa diatasi lagi dengan pemberian kacamata. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi dengan kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala yang berjalan terus menerus dari waktu ke waktu. Keadaan ini biasanya diturunkan orang tua pada anak-anaknya. Proses penipisan ini mencapai puncaknya ketika retinanya robek (karena menipis), yang membutuhkan tindakan pembedahan sesegera mungkin untuk pemulihannya. Tingkat keberhasilan pemulihan (prognosis) penglihatan pada kasus-kasus ini sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Sebagai gambaran betapa gawatnya keadaan ini, dapatlah dikatakan bahwa setiap satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi prosentase keberhasilan dalam derajat yang cukup banyak.


Hipermetropia (Rabun dekat)
Hipermetropia adalah istilah kedokteran bagi rabun dekat. Keluhan utamanya adalah melihat jauh kabur dan melihat objek dekat lebih kabur lagi. Pada jenis kelainan refraksi ini, panjang bolamata penyandangnya biasanya lebih pendek dari seharusnya. Akibat pendeknya sumbu bolamata, lensa mata tidak lagi sanggup memfokuskan cahaya yang berasal dari objek yang jauh apalagi yang tepat pada retina, dengan lensa berakomodasi maksimal sekalipun. Secara normal hipermetropia dapat dijumpai pada mata anak-anak, sebagai akibat bolamatanya yang belum tumbuh secara sempurna. Keadaan hipermetropia ini biasanya terus membaik bahkan menghilang sejalan dengan bertambah panjangnya sumbu bolamata mengikuti pertumbuhan tubuh. Golongan remaja yang menderita hipermetropia biasanya masih bisa melihat dengan jelas baik objek yang terletak jauh maupun yang dekat letaknya, karena lensa mata mereka masih memiliki daya pemfokusan (akomodasi) yang cukup kuat untuk mengatasi kelainan yang diderita. Namun upaya ini tidak selalu berhasil, dan kalaupun berhasil tidak akan bertahan lama, karena berakomodasi terus menerus amat melelahkan mata. Kelainan yang acap kali menyertai hipermetropia adalah mata juling, keadaan ini timbul sebagai akibat upaya akomodasi yang terus menerus pada anak-anak. Otot-otot dalam mata yang menghasilkan akomodasi, mempunyai persyarafan yang sama dengan otot-oto yang digunakan untuk menjulingkan kedua bolamata. Dengan demikian, gejala seperti sakit kepala atau gejala tidak suka membaca pada anak-anak, mungkin pertandan adanya hipermetropia. Seperti halnya miopia, hipermetropia biasanya juga merupakan kelainan yang diturunkan.

Pengobatan
Hipermetropia dikoreksi dengan kacamata berlensa plus atau dengan lensakontak. Pada anak kecil dengan kelainan berderajat rendah yang tidak menunjukan gejala sakit kepala dan keluhan lainnya, tidak perlu diberi kacamata. Hanya orang-orang yang derajat hipermetropianya berat dengan atau tanpa disertai mata juling dianjurkan menggunakan kacamata. Pada anak-anak dengan mata juling ke dalam (crossed eye) yang disertai hipermetropia, diharuskan memakai kacamata berlensa positif. Karena kacamata berlensa plus ini amat bermanfaat untuk menurunkan rangsangan pada otot-otot yang menarik bolamata juling ke dalam.

Presbiopia (Rabun tua)
Dengan meningkatnya usia seseorang, akan makin sulit melihat obyek yang letaknya dekat, sehingga dibutuhkan kacamata untuk membaca dan untuk bekerja dengan objek yang letaknya dekat. Keadaan ini disebut presbiopia atau rabun tua. Biasanya presbiopia belum mengganggu pada usia dibawah 40 tahun. Diatas 40 tahun lensa mata sudah banyak kehilangan kelenturannya sehingga tidak mampu memfokuskan dengan tajam obyek-obyek yang letaknya dekat. Presbiopia adalah hal yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang ketika memasuki pertengahan. Keadaan ini biasanya dikoreksi dengan kacamata baca. Tidak ada pengobatan, termasuk diet dan latihan yang dapat memperbaikinya ataupun menghambat perkembangannya. Pada orang yang menderita miopia, hipermetropia atau astigmat yang sudah megalami presbiopia, dapat diberi resep kacamata bifokal atau multifokal.

Sakit Kepala
Sakit kepala jarang terjadi sebagai akibat kelainan refraksi. Bila sakit kepala muncul setelah lama melihat, dan ternyata hilang bila mata diistirahatkan, mungkin menunjukan adanya kelainan refraksi.

Siapa yang Berwenang Mengoreksi Kelainan Refraksi?
Kelainan refraksi seperti miopia, hipermetropia, astigmat dan presbiopia dapat dikoreksi oleh dokter spesialis mata yang telah dididik, dilatih dan diberi wewenang untuk memberikan pelayanan menyeluruh yang meliputi pemberian resep kacamata, atau lensakontak, penegakan diagnosa penyakit dan kelainan mata, dan melakukan berbagai prosedur medik dan bedah yang di perlukan dalam pengobatannya. Refraksionis optisien di optikal boleh melakukan pemeriksaan dan pemberian resep kacamata, atau lensakontak, tetapi bila ada tanda-tanda penyakit mata, pasien harus dirujuk ke dokter spesialis mata.